(ini tulisan lama, ketemu waktu lagi ngubek2 notes facebook. :)
jalanan.
kerumunan manusia.
hiruk-pikuk kota.
pernahkah kau berusaha memperhatikannya?
tidak, aku rasa. atau setidaknya, aku pribadi–mungkin secara tidak sadar–memilih untuk mengabaikannya.
udara yang kau hirup.
angin yang berhembus.
rindang pepohonan.
pernahkah kau berhenti sejenak untuk merasakannya?
tidak, aku rasa. atau setidaknya, aku pribadi–mungkin secara tidak sadar–memilih untuk mengabaikannya.
sayup-sayup kicauan burung.
gemerisik dedaunan.
suara air yang mengalir.
pernahkah kau menyisihkan waktu untuk mendengarkannya?
tidak, aku rasa. atau setidaknya, aku pribadi–mungkin secara tidak sadar–memilih untuk mengabaikannya.
matahari yang bersinar–terkadang terlalu–cerah.
hujan yang turun dengan–terkadang terlalu–deras.
langit malam.
pernahkah kau menyempatkan diri untuk mensyukurinya?
tidak, aku rasa. atau setidaknya, aku pribadi–mungkin secara tidak sadar–memilih untuk mengabaikannya.
keluarga.
teman-teman.
orang terdekat.
pernahkah kau mengucapkan terima kasih atas hadirnya mereka dalam hidupmu?
tidak, aku rasa. atau setidaknya, aku pribadi–mungkin secara tidak sadar–memilih untuk mengabaikannya.
tapi kalau kelak aku tidak akan melihat mereka lagi,
kalau besok keberadaanku lenyap,
kalau aku hanya punya kurang dari 24 jam sebelum meninggalkan semuanya,
apa mungkin aku akan terus mengabaikan semuanya?