beberapa tahun lalu, masih ingat betul waktu abang pulang dari tahun baruan di rumah temennya. dia masuk sambil senyum-senyum, jenis senyum yang bikin siapapun yang ngelihat mukanya pasti bawaannya pengen ngegetok kepalanya. Terus dia pelan-pelan buka ritsleting ranselnya dan, tadaaa... nyembul kepala mungil warna itam dari dalam ransel.
sempat berdebat soal nama, aku usulin ngasih namanya Einstein tapi akhirnya harus puas di-outvoted sama abang dan adek yang lebih setuju dia dinamai Bagong.
Bagong. ya. anjing sekecil itu dikasih nama sedodol itu. your dog is what you name him, kalo kata orang. dan jadilah dia Bagong, anjing kecil yang ususnya kayanya sampe jari kaki sampe-sampe ga ada kenyang-kenyangnya when it comes to food.
seperti puppies pada umumnya, tingkahnya nggak jauh-jauh dari 1 kata: ngegemesin. dikasih minum susu, malah ngantuk sampe kepalanya kecemplung ke dalam mangkok. dipanggil, malah kabur ke kolong kursi. butuh waktu beberapa hari sebelum dia mulai beradaptasi. dan begitu dia beradaptasi? tingkahnya cuma bisa digambarin dengan satu kata: gila.
ya, Bagong. hobinya mencicipi semua yang ada di deket mulutnya, dari mulai kaki sofa sampe kaki manusia. sodorin jempol kaki dan dia bakal datang sambil ngibas-ngibasin ekor. kalau anjing lain datang kalau kita mendecak atau manggil namanya, Bagong cuma bakal datang kalau denger suara denting sendok dan piring kaca. karena itu berarti satu hal buat dia: waktu makan.
setelah 3,5 tahun, pagi ini tiba-tiba dapat telepon dari rumah. Mama nangis dan bilang kalau Bagong udah nggak ada. diracun, sepertinya. di belakang mama aku bisa denger suara adek, sepertinya lagi nangis.
reaksiku? bengong, awalnya. sambil mikir dalam hati kalau mungkin Mama lagi bercanda, jokes Minggu pagi, barangkali. tapi nggak mungkin, mama bukan tipe yang begitu. dan ini bukan April Mop.
jadi reaksi kedua setelah pulih dari bengong cuma satu: nangis.
kata orang, kalau kelopak mata gerak-gerak, berarti mau dapat kabar sedih. jadi mau nggak mau aku langsung mikir, "oh, mungkin ini alasan kenapa berapa hari belakangan ini kelopak mata kiri gerak-gerak."
jadi begitulah. setelah 3,5 tahun. Bagong pergi gitu aja. bahkan nggak mau nunggu sampai aku pulang ke Medan, padahal aku udah pesan tiket.
dia pergi, bukan dengan sukarela. dia dibunuh. diracun. Am I sad? undeniably. Am I angry? for sure. tapi aku juga tahu, marah nggak akan bisa balikin Bagong lagi. untuk mas/pak/mbak/siapapun yang udah ngeracun Bagong, saya cuma berdoa semoga anda sudah puas, dan bisa lebih tenang sekarang setelah anjing saya pergi. Dan semoga tidak ada anjing lain yang jadi korban anda, cukup anjing saya saja. Dan semoga anda nggak ngerasain apa yang saya dan keluarga saya rasain, heartbroken because our precious buddy has been taken away from us. semoga Tuhan memberkati anda, Sir.
dan untuk Bagong, so long, Buddy. You will always be loved and missed. Sekarang udah punya banyak temen yah di surga? jangan nakal-nakal yah, di sana.
You're not just a pet, you're part of our family. Always have been, and always will be.
I love you, Bagong :')
.jpg)







