Wednesday, March 23, 2011

Saya dan Para Idola :D

mungkin saya adalah salah satu orang yang paling cepat berganti idola di dunia ini (yah atau seenggaknya di Indonesia raya tercinta ini deh :)
bahkan seorang teman sering bilang "kita lihat aja kali ini bakal bertahan berapa lama" setiap kali saya cerita tentang idola yang sedang saya kagumi. LOL
(saya masih tetep setia sama akang Josh Groban, tentu saja, hahahaha)

maklum, sebagai penderita sindrom "lemah terhadap pria tampan berpakaian rapi bertingkah bak superhero yang teramat-sangat gentleman dalam film drama" tingkat akut, idolaku selalu berganti-ganti terus dan terus dan terus dan terus dan terus (hahaha -___-) setiap kali ada film drama baru. dua tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya bukan tergila-gila pada aktor ataupun penyanyi cakep bersuara emas berhati malaikat, tapi pada penyiar *yang cakep juga* televisi swasta.
*pertanyaannya; apakah posting ini akan membahas tentang dia? ooo, tentu tidak... xD

tapi ya itu dia, ternyata itu juga salah satu efek dari sindrom yang saya derita. begitu film-film drama yang baru bermunculan, pesona si abang ganteng penyiar berita itupun hilang.. eh bukan hilang juga sih, tetep cakep dianya, tetep konyol dan tetep mempesona juga, tapi saya aja yang enggak lagi mati-matian bangun pagi untuk nonton acara yang dia bawa, enggak lagi selalu mereply atau me-retweet twitnya, dan tidak lagi getol cari info tentang dia, hahahaha...
jadi, seperti apa sebenarnya tipikal idola yang saya gila-gilai? *gila-gilai?? bahasa apaan ini???*
tidak ada stereotype tertentu, baik umur, kewarganegaraan, apakah dia berondong atau duda, atau semacamnya. satu-satunya yang membuat saya tergila-gila pada mereka awalnya ya karena tampilan mereka yang bak ksatria berkuda putih itu, dan kecintaannya pada Tuhan tentu saja, karena saya cukup kolot tentang siapa yang saya kagumi. :)

saya pernah ngefans sama Jude Law, tapi lalu ilfil dengan berita-berita tentang dia. *ecieehhh beritaaaa XD*
saya juga pernah jatuh cinta berat dengan Matthew MacFadyen waktu baru selesai nonton Pride and Prejudice (2005).
pernah juga sampe getol segetol-getolnya nyari info tentang Richard Armitage setelah saya ternganga menonton 4 episode North and South (2004).
tahun lalu saya bahkan sampai bilang "saya harus ke korea!" setelah senyam-senyum dan doki-doki menonton akting bang Chun Jung Myung di Cinderella's Sister.
Richard Gere, Hugh Grant, Song Seung Heon, James Marsden, Bae Yong Joon, Gong Yoo, Vic Chou, Oguri Shun, Naohito Fujiki, adalah sedikit dari banyak nama yang sempat saya igau-igaukan. *igaukan?? ada ya bahasa begitu? hahahaha*
bahkan saya pernah demen sama Grandpa Christoper Plummer setelah nonton The Sound of Music (1965)!
(haha, i know, i know, i'm THAT WEIRD, i know)
tapi ya itu tadi, semuanya pasti berlalu seiring dengan munculnya drama baru. *jjjjiiiiaaaahahahah!*

dan sekarang, siapa yang sedang saya taksir??
JRENG JRENG JRENG...


















tak lain dan tak bukan adalah bang Choi Si Won yang super-duper ganteng-menawan-hormat pada orang tua-baik hati-gemar menabung-ramah lingkungan-cinta tanah air itu!
iya, yang sekarang nampang di header dan background blog tercinta ini!
hahuhahuha...
kenapa saya bisa naksir? saya bahkan gak suka sama Super Junior! dan saya pernah mengejek teman saya yang demen sama si bang Si Won ini, mengira si teman naksir dia karena SuJu.
kenapa? mungkin saya terkena karma karena mengolok-olok si teman... hahaha.
enggak kok, enggak.
seperti yang udah saya bilang tadi, saya cukup kolot tentang faktor agama untuk orang yang saya idolakan.
Choi Si Won memang cakep, anak orang kaya, lembut, senyumannya punya efek maut, dan suaranya ga ngebosenin. tapi jantung saya langsung *GEDEBUK GEDEBAM* begitu tahu bahwa bang Choi Si Won adalah ANAK TUHAN.
dan yang paling bikin saya salut-jatuh cinta-bangga-terharu-terkagum-ternganga adalah dia benar-benar anak Tuhan, bukan cuma sekedar seorang yang labelnya seagama dengan saya.
dia bahkan dengan bangga selalu mengupdate kegiatan pelayanannya, yang tentu saja bikin jantung saya yang tadinya udah kaya marching band, makin kencang 10x lipat detakannya. *eyakk eyakkk lebay!*

pertanyaannya, seperti yang dikatakan teman saya *lagi* sewaktu saya bilang saya naksir Si Won DAN HARUS KE KOREA UNTUK MELAMARNYA DARI MR. CHOI senior adalah: kira-kira berapa lama si SiWon ini bertahan sebelum ada idola baru lagi?
kita lihat saja berapa lama, walaupun saya gak yakin bakal ada yang bisa menggeser si cakep ini dari hati saya untuk sementara waktu.
*ihiy!*
apakah SiWon akan terlupakan dalam jangka waktu kurang dari sebulan, atau dia bahkan berhasil menyamakan kedudukan (atau bahkan menendang keluar) Josh Groban dari hati saya?
kita tunggu saja!
*apasih apadeh dongdong hahahaha*

me: tadaima! | blog: ...okaeri! -___-

tadaima - okaeri adalah salam yang diucapkan orang jepang ketika pulang kerumah (tadaima) dan ketika menyambut penghuni rumah yang sudah pulang (okaeri). kenapa itu jadi judul postingan ini? simply karena aku sedang merasa jadi si 'anak hilang' yang baru saja menemukan jalan pulang ke 'rumah'. *SUPER HALAH!*
bahkan udah ga ingat ntah udah berapa lama blog ini ga ditulisi lagi. kalo ibarat rumah, mungkin lantainya udah ketutup debu setebal 10cm dan dihias sarang laba-laba. *bersih-bersih pojokan blog*
kehilangan semangat? nggak juga sih, agak gak tega dan gak mau bilang kalo aku kehilangan semangat. aku masih cinta tulis-menulis kok :)
tidak ada waktu? itu juga rasanya kurang tepat. nggak sesibuk itu juga deh.
sedang tidak mood? mungkin, walaupun rasanya kok ya agak kurang ajar, aku nggak mood mencoret-coret blogku sendiri. hahaha... *apa sih??*
intinya, aku pulang, blog! *peluk-peluk* hahahaha...
semoga aku akan sering menulisi kamu ya sayang... *kecup basah* XD

Saturday, September 4, 2010

aku ini segi tiga.

aku ini segi tiga.
pada awalnya, kau akan merasa aku terlalu pendiam.
kemudian kau mendapati bahwa sebenarnya aku tidak.
dan akhirnya kau takkan bisa memutuskan bagaimana aku sebenarnya.

aku ini segi tiga.
terjepit antara dua warna.
bukan, bukan sepolos putih.
dan tidak, tidak sekelam hitam.
tapi abu-abu.
ya, aku abu-abu.

aku ini segi tiga.
jangan sentuh sisi merahku, kalau kau tidak ingin merasakan amarahku.
dan jauhi sisi biruku, atau kau akan melihat betapa kelabunya aku.
tapi jamahlah unguku,
di sana aku akan menyelimutimu hingga kau lupa seperti apa rasanya menggigil beku.

aku ini segi tiga.
berubah-ubah bak diagram warna.
tidak peduli segemerlap apa, pada intinya aku adalah titik hitam sederhana.

aku ini segi tiga.
jangan mengharapkan keramahan dariku, seperti yang ditawarkan si lingkaran.
atau menginginkan ketegasan, seperti wibawa sang persegi empat.
sentuh aku, maka kau akan tertusuk oleh sudut-sudutku.
dan berdarah. lalu mati. 

aku ini segi tiga,
aku sudah memperingatkanmu.
tapi kalau kau tak keberatan terluka,
pada akhirnya kau akan sampai di titik pusatku.
dan tak ada lagi sudut tajam yang akan melukaimu.

=)

Analogi Piano dan Tuts Hitam Putih

hidup bak sebuah piano. 
kau, aku, kita, hanyalah tuts-tuts kecilnya. 
biarkan sang Pianis memainkan kita dengan kepiawaian yang dimilikiNya. 
tak jarang akan terdengar beberapa nada minor ketika kita saling bertabrakan, tapi percayalah kalau di akhirnya akan ada karya indah yang dihasilkan di hidup kita. 

(kalimat ini melintas waktu dengerin Clair de Lune-nya Claude deBussy)

Sunday, February 14, 2010

cuma sedikit sharing tentang Valentine...

kemarin, aku mendapat satu-dua buah pesan singkat yang mengucapkan selamat hari Valentine.
yang pertama membuatku terharu, tapi yang kedua tidak membuatku merasakan apa-apa.
ucapan selamat hari Valentine yang tanpa alasan entah kenapa justru membuatku mual.
*maaf, kalau mungkin aku terdengar sinis dan bahkan sarkastis*
dan maaf juga untuk yang mungkin merasa tersinggung.
entah sejak kapan, segala kehebohan orang-orang setiap kali menyambut Valentine mulai membuatku muak.
bukan, bukannya aku membenci cinta. St. Valentine justru adalah salah satu orang yang sangat kukagumi karena keberaniannya berkorban demi satu kata yang disebut 'cinta'.
dan walaupun aku tidak berani menyebut diriku sendiri sebagai salah seorang pengagum cinta, aku juga tidak lantas membenci kata-kata itu.
selebrasi yang berlebihan dan terkesan murahan dari orang-oranglah yang membuatku muak.
cinta itu bukanlah sesuatu yang harus dideklarasikan seheboh itu.
bukankah cinta adalah hal yang harus diselebrasikan setiap hari?
bukannya cinta itu seharusnya konstan, bukan musiman?
bukankah cinta adalah sesuatu yang harusnya dibuktikan lewat tindakan dan kesungguhan dan bukannya lewat hadiah dan kata-kata?
sadarkah, hai para Pecinta Muda, segala kehebohan tradisi Valentine ini cuma salah satu bentuk pembodohan dari para pebisnis?
dengan kedok hari penuh cinta, kita dimanipulasi untuk memberi cokelat, bunga, kado, atau apapunlah itu namanya.
tidak mengucapkan selamat hari Valentine membuat kita seolah mendapat cap sebagai orang yang tidak punya cinta.
tidak punya pasangan untuk merayakan Valentine membuat kita merasa gelisah dan malu.
apakah hal-hal itu memang penting?
kalian yang merayakan 14 Februari dengan begitu heboh, apakah di hari lain hati kalian memang senantiasa penuh cinta?
atau hanya di satu hari itu kalian mengistimewakan 'cinta' yang kalian agung-agungkan itu?
buatku pribadi, hal-hal sedangkal itu tidak bisa dijadikan tolak ukur dalam menilai perasaan cinta yang kita miliki.
apakah kalau aku lebih memilih mengucapkan "Selamat Hari Minggu" daripada "Selamat Hari Valentine" lantas membuatku menjadi orang yang tidak berperasaan?
tidak, aku rasa.
*tapi sekali lagi, itu pendapatku pribadi, jadi maaf kalau ada yang merasa tersinggung*
spread the love everyday everywhere...
=)

xoxo,
-y-


(gambar dari http://photobucket.com)


Sunday, February 7, 2010

happy Birthday Papa (050209)

happy birthday, Papa...
jangan sakit-sakit yaa,
tunggu aku sukses Pa, aku pengen buat Papa senyum dengan hasil jerih payahku...
aku sayang Papa...

Thursday, February 4, 2010

Kesendirian itu gak selamanya buruk, kok.

kesendirian.
terkadang banyak orang yang menganggap kata ini sebagai suatu momok.
tak jarang kata ini membawa ketakutan yang amat sangat.
akupun begitu.
terkadang, ketika hatiku dipenuhi dengan kegembiraan yang meluap-luap,
ketika begitu banyak teman yang setia berada di sampingku,
aku disergap ketakutan yang amat sangat ketika aku memikirkan bagaimana kalau suatu saat kesendirian itu akan datang padaku.
tapi, setelah dicermati,
sebenarnya sih keadaannya nggak semenakutkan itu kok.
bahkan, kalau aku pikir lagi sekarang,
semua orang justru sebenarnya tidak bisa bilang dia tidak butuh kesendirian.
ada kalanya kita merasa tidak ada seorangpun yang mengerti keadaan yang sedang kita alami.
ada juga saat ketika kita lupa untuk menghargai kehadiran orang-orang di sekitar kita.
dan di saat-saat seperti itulah, kesendirian hadir,
untuk membuat kita kembali mengingat arti mereka dalam hidup kita.
benarkah kita tidak membutuhkan mereka?
benarkah mereka tidak pernah mengerti keadaan kita?
atau justru kitalah yang menutup diri terhadap pengertian yang mereka coba tawarkan?
selama aku sendirian, aku belajar banyak hal.
aku belajar bahwa keluarga, bagaimanapun keadaannya, entah kita sadari atau tidak, selamanya akan jadi hal yang paling kita butuhkan.
aku belajar bahwa teman, tidak peduli bagaimana cacatnya mereka, adalah harta karun untuk hidup.
aku belajar bahwa selalu ada kesempatan kedua kalau kita benar-benar memintanya.
aku belajar untuk memahami apa yang aku inginkan.
aku belajar untuk mulai melakukan apa yang selama ini aku kira aku tidak bisa lakukan.
dan semuanya itu aku temukan dalam kesendirian.
kesendirian itu mengajarkan kita banyak hal, kalau kita bisa menenangkan diri dan menerimanya dengan baik.
jadi, sebenarnya kesendirian itu, kalau kita rasakan lebih dalam lagi, bukan hal yang buruk-buruk amat kok.
=)

-mayol-
( gambar dari http://i4.photobucket.com/albums/y110/-lee-/Loneliness.jpg)