Sunday, February 14, 2010

cuma sedikit sharing tentang Valentine...

kemarin, aku mendapat satu-dua buah pesan singkat yang mengucapkan selamat hari Valentine.
yang pertama membuatku terharu, tapi yang kedua tidak membuatku merasakan apa-apa.
ucapan selamat hari Valentine yang tanpa alasan entah kenapa justru membuatku mual.
*maaf, kalau mungkin aku terdengar sinis dan bahkan sarkastis*
dan maaf juga untuk yang mungkin merasa tersinggung.
entah sejak kapan, segala kehebohan orang-orang setiap kali menyambut Valentine mulai membuatku muak.
bukan, bukannya aku membenci cinta. St. Valentine justru adalah salah satu orang yang sangat kukagumi karena keberaniannya berkorban demi satu kata yang disebut 'cinta'.
dan walaupun aku tidak berani menyebut diriku sendiri sebagai salah seorang pengagum cinta, aku juga tidak lantas membenci kata-kata itu.
selebrasi yang berlebihan dan terkesan murahan dari orang-oranglah yang membuatku muak.
cinta itu bukanlah sesuatu yang harus dideklarasikan seheboh itu.
bukankah cinta adalah hal yang harus diselebrasikan setiap hari?
bukannya cinta itu seharusnya konstan, bukan musiman?
bukankah cinta adalah sesuatu yang harusnya dibuktikan lewat tindakan dan kesungguhan dan bukannya lewat hadiah dan kata-kata?
sadarkah, hai para Pecinta Muda, segala kehebohan tradisi Valentine ini cuma salah satu bentuk pembodohan dari para pebisnis?
dengan kedok hari penuh cinta, kita dimanipulasi untuk memberi cokelat, bunga, kado, atau apapunlah itu namanya.
tidak mengucapkan selamat hari Valentine membuat kita seolah mendapat cap sebagai orang yang tidak punya cinta.
tidak punya pasangan untuk merayakan Valentine membuat kita merasa gelisah dan malu.
apakah hal-hal itu memang penting?
kalian yang merayakan 14 Februari dengan begitu heboh, apakah di hari lain hati kalian memang senantiasa penuh cinta?
atau hanya di satu hari itu kalian mengistimewakan 'cinta' yang kalian agung-agungkan itu?
buatku pribadi, hal-hal sedangkal itu tidak bisa dijadikan tolak ukur dalam menilai perasaan cinta yang kita miliki.
apakah kalau aku lebih memilih mengucapkan "Selamat Hari Minggu" daripada "Selamat Hari Valentine" lantas membuatku menjadi orang yang tidak berperasaan?
tidak, aku rasa.
*tapi sekali lagi, itu pendapatku pribadi, jadi maaf kalau ada yang merasa tersinggung*
spread the love everyday everywhere...
=)

xoxo,
-y-


(gambar dari http://photobucket.com)


Sunday, February 7, 2010

happy Birthday Papa (050209)

happy birthday, Papa...
jangan sakit-sakit yaa,
tunggu aku sukses Pa, aku pengen buat Papa senyum dengan hasil jerih payahku...
aku sayang Papa...

Thursday, February 4, 2010

Kesendirian itu gak selamanya buruk, kok.

kesendirian.
terkadang banyak orang yang menganggap kata ini sebagai suatu momok.
tak jarang kata ini membawa ketakutan yang amat sangat.
akupun begitu.
terkadang, ketika hatiku dipenuhi dengan kegembiraan yang meluap-luap,
ketika begitu banyak teman yang setia berada di sampingku,
aku disergap ketakutan yang amat sangat ketika aku memikirkan bagaimana kalau suatu saat kesendirian itu akan datang padaku.
tapi, setelah dicermati,
sebenarnya sih keadaannya nggak semenakutkan itu kok.
bahkan, kalau aku pikir lagi sekarang,
semua orang justru sebenarnya tidak bisa bilang dia tidak butuh kesendirian.
ada kalanya kita merasa tidak ada seorangpun yang mengerti keadaan yang sedang kita alami.
ada juga saat ketika kita lupa untuk menghargai kehadiran orang-orang di sekitar kita.
dan di saat-saat seperti itulah, kesendirian hadir,
untuk membuat kita kembali mengingat arti mereka dalam hidup kita.
benarkah kita tidak membutuhkan mereka?
benarkah mereka tidak pernah mengerti keadaan kita?
atau justru kitalah yang menutup diri terhadap pengertian yang mereka coba tawarkan?
selama aku sendirian, aku belajar banyak hal.
aku belajar bahwa keluarga, bagaimanapun keadaannya, entah kita sadari atau tidak, selamanya akan jadi hal yang paling kita butuhkan.
aku belajar bahwa teman, tidak peduli bagaimana cacatnya mereka, adalah harta karun untuk hidup.
aku belajar bahwa selalu ada kesempatan kedua kalau kita benar-benar memintanya.
aku belajar untuk memahami apa yang aku inginkan.
aku belajar untuk mulai melakukan apa yang selama ini aku kira aku tidak bisa lakukan.
dan semuanya itu aku temukan dalam kesendirian.
kesendirian itu mengajarkan kita banyak hal, kalau kita bisa menenangkan diri dan menerimanya dengan baik.
jadi, sebenarnya kesendirian itu, kalau kita rasakan lebih dalam lagi, bukan hal yang buruk-buruk amat kok.
=)

-mayol-
( gambar dari http://i4.photobucket.com/albums/y110/-lee-/Loneliness.jpg)

Tuesday, January 19, 2010

Lilin vs Kembang Api


aku menyukai kembang api. aku selalu menyukainya, bahkan sedari aku masih kecil. aku suka melihat cahayanya. kedap-kedipnya. semua darinya membuatku merasa sedang berada dalam suasana spektakuler. suasana yang hebat, fantastis seperti di negeri dongeng.
di saat anak-anak lain memilih untuk menyalakan lilin dan membariskannya di sepanjang jalan setapak, aku lebih memilih untuk tetap memandangi kedap-kedip meriah dari si kembang api.
tapi setiap kali kembang api mulai meredup, sukacita dan perasaan berdebar-debar yang aku rasakan pun turut memudar. dan begitu kembang api itu padam, hal yang bisa aku lakukan hanya membuang sisanya ke dalam ember air atau got terdekat.
dan aku akan beralih pada lilin yang belum juga padam.
aku akan bermain dengan lilin dan memandangi cahayanya yang walaupun sederhana, namun tetap menemaniku sampai pagi menjelang.
yah, aku menyukai kembang api. siapa yang tidak suka? tapi jika aku harus memilih, akan menjadi apa diriku,
aku rasa aku akan lebih memilih lilin daripada kembang api.
ketika malam sangat meriah, ketika semuanya mengadakan perayaan yang gegap gempita, orang-orang pasti akan terkagum-kagum pada kembang api yang berkilau terang tinggi di langit. tapi semakin aku dewasa, aku mendapati kembang api itu semakin tampak angkuh. cahaya dan kilauannya yang teramat sangat indah dan penuh warna, memang menyenangkan untuk dilihat, tapi aku tidak bisa menggapainya. dia terlalu tinggi. dia hanya berkedap-kedip di atas sana tanpa mau memandang ke bawah, sebelum akhirnya dia padam. lalu orang-orang akan berpulangan dengan perasaan hampa.
tapi ketika orang-orang itu sampai di rumah dan mendapati rumahnya gelap, tanpa cahaya sedikitpun, pernahkah dia mengingat kembang api, berharap kembang api akan berada saat di rumahnya untuk menemaninya dalam gelap dan tidak membiarkannya sendirian?
tidak.
hal pertama yang terbersit dalam pikiran orang itu pastilah, "seingatku ada lilin di sekitar sini."
ya, ketika semuanya gelap, dan kita hanya sendirian, lilinlah yang akan kita cari, dan bukan kembang api.
lilinlah yang kita harapkan akan berada di sana dan menemani kita melewati malam dan menanti matahari bersinar, dan bukan kembang api.
ketika pagi menggantikan malam dan surya menggantikan bulan yang terlelap, kita akan melupakan keberadaan lilin.
bahkan mengucapkan terima kasih padanya pun kita tidak ingat.
tapi di saat malam berikutnya datang lagi, di saat kegelapan kembali, pernahkah lilin mengingat kesalahan kita?
tidak.
lilin akan tetap menyala, sehingga kita tidak akan merasa terhilang dalam gelap. lilin akan tetap menemani kita, tanpa menuntut kita untuk berterima kasih dan mengingat-ingat jasanya.
bagaimana dengan anda?
ingin menjadi kembang api, atau lilin???

(gambar dari http://www.cambridgefireworks.com/)

nilai A sebagai modal awal


sebenarnya mau ngepost ini kemarin, tapi entah kenapa sampe di rumah aku langsung lupa.
kemarin hari pertamaku ketemu dengan dia. Pak Henry namanya. dia salah satu dosen pembimbing untuk mata kuliah SPA-6 yang kuambil.
sebenarnya kemarin itu masih pengenalan mata kuliah aja, seperti yang biasa terjadi di minggu pertama perkuliahan.
tapi ada satu ucapan Pak Henry yang benar-benar membuatku tersadar.
jaid kemarin, waktu Pak Henry sedang berbicara masalah penilaian dengan kelas, dia bilang begini.
"kalian semua sudah mendapatkan nilai A di awal perkuliahan ini. sekarang, semuanya kembali kepada kalian, apakah kalian akan mempertahankan nilai itu sampai ke akhir, atau kalian akan melakukan 'korupsi' terhadap nilai itu. di akhir nanti, kita akan melihat, siapa yang bisa mempertahankan nilainya, dan siapa yang bahkan untuk mendapatkan D sajapun belum layak."
perkataan Pak Henry, bisa juga diambil untuk merefleksikan hidup.
sejak awal, Tuhan sudah memberikan kita nilai "A" sebagai bekal kita untuk menjalani hidup.
ya, nafas hidup dan talenta saja sudah merupakan modal awal yang sangat sempurna untuk kita.
terlepas dari kekurangan kita, sebenarnya modal dari Tuhan itu sudah sangat-sangat cukup untuk kita menjaid orang sukses. yah, banyak juga kan, yang tidak mendapat kesempatan untuk mendapatkan nafas hidup?
lagi pula, kalau kita diciptakan sempurna, dengan semua kelebihan tanpa ada kekurangan satupun, apa asyiknya hidup?
hidup pasti jagi suram, karena semua orang akan menjadi sangat-sangat individualis dan egois, karena toh mereka sudah bisa melakukan semuanya seorang diri bak superman, lantas apa gunanya berhubungan dengan orang lain?
tapi memang Tuhan yang sangat-sangat kreatif ini sudah merancang semuanya dengan sempurna, setiap orang diberikan kelebihan dan kekurangan agar dunia ini tidak menjadi planet Krypton yang dihuni oleh sekumpulan superman.
hanya saja dalam semua prosesnya, tidak semua orang sungguh-sungguh menggunakannya sebaik mungkin. tak jarang kita melakukan korupsi besar-besaran terhadap modal awal kita itu, sehingga pada akhirnya tercetuslah frase kata "orang gagal".
padahal, kalau kita pikir, apa mungkin Tuhan capek-capek menciptakan kita hanya untuk menjadikan kita orang gagal?
makasih Pak Henry, karena sudah menyadarkanku akan hal ini.
aku akan mengusahakan yang terbaik agar modal A yang sudah bapak berikan akan tetap seperti itu.
dan ketika nanti aku sudah berhasil, aku akan tunjukin postingan ini ke Bapak!
*untuk semuanya, maaf kalau postingan ini kesannya terlalu "tua" dan sok bijak ya*
mari sama-sama mempertahankan nilai A!!!

xoxo,
-mayol-
(referensi gambar dari http://thisdaythisage.blogspot.com)

Monday, January 18, 2010

gud nite, gud nite, gud nite.

aku percaya, tulisan yang paling indah adalah tulisan yang dibuat dengan jujur.
aku percaya, tulisan yang dapat menggugah pembacanya adalah tulisan yang merupakan ungkapan hati penulisnya secara tulus.
dan aku percaya, perasaan terharu ketika membaca sesuatu itu tidak bisa dibuat-buat.

gud nite flawless remembrance,
gud nite amazing thoughts,
gud nite glorious chills,
gud nite Vanilla Latte Homer.
=)

momma i miss you... =(





postingan ini aku tujukan untuk makhluk Tuhan paling hebat, ajaib, dan penuh kasih di seluruh dunia yang disebut "Ibu"
awalnya aku cuma mau googling foto ibu dan bayinya. tapi ujung-ujungnya, air mataku malah gak mau berhenti ngelihat foto-foto itu.
i cannot deny that i miss my mother too much.
(kemarin menangis semalaman saking kangennya, hikhik...)
aku tidak suka berbicara dengannya di telepon, karena setiap kali percakapan itu selesai, mood melodramatis sialan ini pasti akan kembali menyerangku.
yah, aku mungkin bisa menipunya dengan selalu terdengar riang di telepon,
tapi tetap saja aku tidak bisa membodohi diri sendiri bahwa aku terlalu merindukan dia.
aku merindukan masa-masa di mana aku masih sering beradu pendapat dengannya.
masa di mana aku berharap aku jauh dari rumah, sehingga tidak ada lagi yang menentukan
langkah-langkahku. harus ini, harus itu, mesti begini, harus begitu...
masa di mana aku selalu membuatnya marah karena kedegilanku.
masa ketika dia tak sanggup berkata-kata melihat betapa keras kepalanya aku.
(kan, nih udah mulai nangis lagi...)