Tuesday, January 19, 2010

nilai A sebagai modal awal


sebenarnya mau ngepost ini kemarin, tapi entah kenapa sampe di rumah aku langsung lupa.
kemarin hari pertamaku ketemu dengan dia. Pak Henry namanya. dia salah satu dosen pembimbing untuk mata kuliah SPA-6 yang kuambil.
sebenarnya kemarin itu masih pengenalan mata kuliah aja, seperti yang biasa terjadi di minggu pertama perkuliahan.
tapi ada satu ucapan Pak Henry yang benar-benar membuatku tersadar.
jaid kemarin, waktu Pak Henry sedang berbicara masalah penilaian dengan kelas, dia bilang begini.
"kalian semua sudah mendapatkan nilai A di awal perkuliahan ini. sekarang, semuanya kembali kepada kalian, apakah kalian akan mempertahankan nilai itu sampai ke akhir, atau kalian akan melakukan 'korupsi' terhadap nilai itu. di akhir nanti, kita akan melihat, siapa yang bisa mempertahankan nilainya, dan siapa yang bahkan untuk mendapatkan D sajapun belum layak."
perkataan Pak Henry, bisa juga diambil untuk merefleksikan hidup.
sejak awal, Tuhan sudah memberikan kita nilai "A" sebagai bekal kita untuk menjalani hidup.
ya, nafas hidup dan talenta saja sudah merupakan modal awal yang sangat sempurna untuk kita.
terlepas dari kekurangan kita, sebenarnya modal dari Tuhan itu sudah sangat-sangat cukup untuk kita menjaid orang sukses. yah, banyak juga kan, yang tidak mendapat kesempatan untuk mendapatkan nafas hidup?
lagi pula, kalau kita diciptakan sempurna, dengan semua kelebihan tanpa ada kekurangan satupun, apa asyiknya hidup?
hidup pasti jagi suram, karena semua orang akan menjadi sangat-sangat individualis dan egois, karena toh mereka sudah bisa melakukan semuanya seorang diri bak superman, lantas apa gunanya berhubungan dengan orang lain?
tapi memang Tuhan yang sangat-sangat kreatif ini sudah merancang semuanya dengan sempurna, setiap orang diberikan kelebihan dan kekurangan agar dunia ini tidak menjadi planet Krypton yang dihuni oleh sekumpulan superman.
hanya saja dalam semua prosesnya, tidak semua orang sungguh-sungguh menggunakannya sebaik mungkin. tak jarang kita melakukan korupsi besar-besaran terhadap modal awal kita itu, sehingga pada akhirnya tercetuslah frase kata "orang gagal".
padahal, kalau kita pikir, apa mungkin Tuhan capek-capek menciptakan kita hanya untuk menjadikan kita orang gagal?
makasih Pak Henry, karena sudah menyadarkanku akan hal ini.
aku akan mengusahakan yang terbaik agar modal A yang sudah bapak berikan akan tetap seperti itu.
dan ketika nanti aku sudah berhasil, aku akan tunjukin postingan ini ke Bapak!
*untuk semuanya, maaf kalau postingan ini kesannya terlalu "tua" dan sok bijak ya*
mari sama-sama mempertahankan nilai A!!!

xoxo,
-mayol-
(referensi gambar dari http://thisdaythisage.blogspot.com)

No comments:

Post a Comment