aku nulis ini segera setelah nonton film Sister Act II di RCTI.
entah kenapa, begitu melihat mereka nyanyiin lagu 'Joyful Joyful' itu, aku langsung gatal pengen online dan ngepost ini.
nafasku tercekat, sekujur tubuhku merinding melihat salah satu scene andalan film ini.
scene ketika mereka begitu senang akan menghadapi festival pertamanya.
ketika mereka pertama kali merasakan bagaimana gugupnya di belakang panggung itu.
dan ketika mereka pertama kali mendapat gelar juara.
gelar juara yang mereka raih dengan perjuangan yang teramat sangat keras, dengan begitu banyak masalah yang mewarnai perjalanan mereka.
tapi masalah itu tidak lagi menjadi beban mereka, begitu kerja keras mereka terbayar lewat pengumuman pemenang itu.
satu hal yang kembali muncul di ingatanku, yang seakan-akan di-refresh lagi setelah terlupakan sekian lama,
adalah moment itu sama persis dengan apa yang pernah aku alami bersama Elyoenai.
(yah, sedikit hal yang membedakan adalah kami nggak mendapat juara satu di festival pertama, karena pertama kali mengikuti festival kami justru nggak dapet gelar apa2, hehehe...)
tapi satu hal yang ingin aku tulis adalah, begitulah persisnya apa yang aku alami dengan Elyoenai dulu.
begitu berat perjuangan untuk menjadi sebuah tim paduan suara yang solid,
untuk menjadi sebuah keluarga, yang walaupun tidak selalu rukun, namun tetap saling menerima dan mendukung.
yang walaupun seringkali menemui masalah, tapi selalu dapat menemukan jalan untuk menyelesaikan masalah itu.
dan satu hal yang pasti, keluarga yang selalu saling mendukung orang-orang yang ada di dalamnya.
perjalanan itu sama sekali tidak mulus pada awalnya.
sama sekali nggak gampang.
dan aku nggak mau ngomong munafik, karena pada saat itu nggak semuanya mendaftar karena alasan mulia seperti ingin melayani Tuhan atau apalah.
kebanyakan--yah, atau entah cuma aku, aku nggak tahu--seingatku mendaftar karena iseng. ada juga yang mendaftar karena bingung ingin ikut kegiatan seperti apa. dan yang lain mendaftar karena ingin mengetahui seperti apa sih, festival itu?
tapi mungkin, justru seperti itulah cara Tuhan bekerja (well, aku sama sekali nggak tahu. :) mungkin Dia mau membiarkan kerinduan itu tumbuh seiring waktu. (yaoloh, bahasa gueee!)
tapi seenggaknya, memang itulah yang terjadi di Elyoenai waktu itu.
awalnya, memang semua terasa memuakkan. membosankan. dan sama sekali tidak mengenakkan.
misalnya pelatih yang selalu marah-marah yang terkadang jadi begitu memuakkan, walaupun pada akhirnya pelatih yang memuakkan itu menjadi salah satu sahabat terbaikku sampai sekarang. (yeah, i mean YOU, nyet! ;)
kami menemui BANYAK rintangan, (dan ketika aku bilang banyak, maksudku benar-benar BANYAK!!!), kurangnya dukungan dari berbagai pihak, orangtua yang terkadang sulit untuk mengerti, belum lagi kalau harus berhadapan dengan tugas-tugas sekolah yang menumpuk di saat tubuh terlalu letih untuk berkegiatan sehabis latihan.
dan seolah itu belum cukup, sebagai sebuah tim yang masih baru, di mana orang-orangnya belum mengenal cukup dalam satu sama lain, tidak jarang ada perbedaan pendapat antara kami.
(oh ya, aku masih ingat betul waktu itu, waktu kita bertengkar hebat sampai nangis-nangisan sehari sebelum festival Maranatha, cuy!)
tapi pada akhirnya, seperti yang sudah aku katakan, dan seperti keluarga pada umumnya, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.
dan hasilnya, walaupun kami tidak memenangkan festival itu (karena kelebihan anggota 6 orang, ahhahaha), tapi kami yakin kami sudah memenangkan hati orang-orang yang melihat kami.
dari mana aku tahu? karena, mereka bilang nyanyian kami seolah membawa mereka dekat dengan surga!
(dan yaa, kalimat itu benar-benar melegenda sampai sekarang! hahaha)
dan seolah mungkin Tuhan merasa perjuangan kami sudah cukup baik, Dia pun memberikan bonus luar biasa, yaitu peringkat pertama di Festival UMA I.
(ya ampun, sampai sekarang aku masih ingat, gimana gilanya kita dulu, waktu semuanya pada nyerbu naik ke panggung waktu diminta buat nyanyi lagi. arbab kita baling gak sih cuy, waktu itu? udah gitu, kita masih aja ngumpul di situ buat ngucap syukur, padahal orang-orang semuanya udah pada pulang! dan aku juga masih ingat gimana kagetnya Firman waktu jadi conductor terbaik! you deserved it, Brod! ;)
dan Tuhan juga begitu baik, dengan memberikan kita banyak sekali bonus sesudahnya.
satu hal penting yang aku dapat di Elyoenai, adalah bahwa paduan suara ini nggak cuma memberi pengaruh sama anggotanya, tapi juga orang-orang yang mengenalnya.
masih pada inget dengan bang David dan kak Endang?? =)
mungkin tulisan ini sangat-sangat klise di jaman sekarang ini,
di saat semua orang terkadang menjadi terlalu lelah dengan semua hal-hal dramatis seperti yang aku tuliskan ini.
tapi setidaknya, aku cuma ingin berbagi. bahwa terkadang, hal-hal dramatis itu memang diperlukan untuk menjadikan hidup lebih baik.
yah, setidaknya, itu pernah terjadi padaku. lewat Elyoenai.
dan kalau-kalau ada anak-anak Elyoenai seangkatanku yang membaca ini,
aku cuma mau bilang kalau kalian benar-benar keluargaku, cuy!!!
aku SAYANG KALI sama kalian semua.
hehe..
suatu saat kita harus reunian!
yah, nggak sekarang sih, ntar-ntar aja, waktu kita udah pada sukses...
trus ntar kita nyanyiin lagu Alma Redemptoris dan Via Dolorosa, hayoooo, masih pada inget gak??? hahahaha!
dan untuk anak-anak Elyoenai angkatan sekarang, yang sudah berbaik hati membaca post ini,
aku nggak meminta kalian menjadi sama sepertiku.
aku nggak meminta kalian menjadikan Elyoenai dan keadaan di dalamnya sama seperti apa yang aku alami.
tapi satu hal yang pasti, apa yang pernah aku dapat di Elyoenai itu harta. harta yang sangat penting. dan aku harap kalian menemukan harta kalian sendiri di Elyoenai.
dan ketika kalian menemukan harta kalian sendiri, percaya deh, sampai kapanpun kalian pasti akan merasa beruntung karena udah pernah menjadi salah seorang anggota dari keluarga hebat ini.
dan satu hal yang aku minta, aku cuma nggak ingin hanya beberapa angkatan saja yang menemukan harta itu.
aku ingin SEMUANYA. karena Elyoenai nggak berbicara tentang sebagian orang, tapi tentang SEMUA orang yang pernah terlibat di dalamnya.
Tuesday, December 22, 2009
Wednesday, December 16, 2009
Tuesday, December 15, 2009
wajahmu mengalihkan duniakuuu!!!
karena dipuji, langsung mengerjakan gambar ini dengan semangat 45 dan menyelesaikannya dalam setengah jam... wkwkwk
Labels:
a sudden inspiration,
my Gorgeous TIBO
"Would you tell me, please, which way I ought to go from here?"
"That depends a good deal on where you want to get to," said the Cat.
"I don't much care where -- " said Alice.
"Then it doesn't matter which way you go," said the Cat.
" -- so long as I get somewhere," Alice added as an explanation.
"Oh, you're sure to do that," said the Cat, "if you only walk long enough."
...Alice in Wonderland
"God admires us not for what we do but for how much love we put into what we do.
Together let us build a chain of love around the world."
"In the developed countries there is a poverty of intimacy,
a poverty of spirit, of loneliness, of lack of love.
There is no greater sickness in the world today than that one."
"We cannot all do great things.But we can do small things with great love."
....Mother Teresa
Where the mind is without fear and the head is held high;
Where knowledge is free;
Where the world has not been broken up into
fragments by narrow domestic walls;
Where words come out from the depth of truth;
Where tireless striving stretches its arms towards perfection:
Where the clear stream of reason has not lost
its way into the dreary desert sand of dead habit;
Where the mind is lead forward by thee into ever-widening thought and action--
Into that heaven of freedom, my Father, let my country awake.
....Rabindranath Tagore, Nobel Prize winner,Literature,1913
...be thankful for always...
thankful
by: josh Groban

Some days we forget to look around us
Some days we can't see the joy that surrounds us
So caught up inside ourselves
We take when we should give
So for tonight we pray for
What we know can be
And on this day we hope for
What we still can't see
It's up to us to be the change
And even though we all can still do more
There's so much to be thankful for
Look beyond ourselves, there's so much sorrow
It's way too late to say, I'll cry tomorrow
Each of us must find our truth
We're so long overdue
So for tonight we pray for
What we know can be
And every day we hope for
What we still can't see
It's up to us to be the change
And even though we all can still do more
There's so much to be thankful for
Even with our differences
There is a place we're all connected
Each of us can find each others love
So for tonight we pray for
What we know can be
And on this day we hope for
What we still can't see
It's up to us to be the change
And even though this world needs so much more
There's so much to be thankful for
what a great song to remind us that we have to thankful for anything that may happen in our life.
like wise men said,
life is like a road, sometimes we're up high, but we can also drop down sometimes.
we must have some hard times in life,
times when we feel like we're alone,
feel like nobody wants to be with us, and nobody can understand us.
i myself have felt it many times.
but i know, we can never get through that hard situation if we spend our time on regreting.
we must get up and be brave, instead of run away from our problems.
but above all, the most important thing that matters is we have to keep ourselves thankful in every way.
thankful in every situation.
in all the times we have.
i am sure, anything that happens in our life is a gift.
even it might seems like a trouble, there must be something we can learn from it.
and lesson of thankful is a "lifetime learning".
it takes a lifetime to be perfectly thankful.
and in the end, as a human we all still can choose,
whether we want to try to give thanks in all kind of situation, or regreting our life and blaming Him for our problems??
*just wanna speak my mind
-y-
by: josh Groban

Some days we forget to look around us
Some days we can't see the joy that surrounds us
So caught up inside ourselves
We take when we should give
So for tonight we pray for
What we know can be
And on this day we hope for
What we still can't see
It's up to us to be the change
And even though we all can still do more
There's so much to be thankful for
Look beyond ourselves, there's so much sorrow
It's way too late to say, I'll cry tomorrow
Each of us must find our truth
We're so long overdue
So for tonight we pray for
What we know can be
And every day we hope for
What we still can't see
It's up to us to be the change
And even though we all can still do more
There's so much to be thankful for
Even with our differences
There is a place we're all connected
Each of us can find each others love
So for tonight we pray for
What we know can be
And on this day we hope for
What we still can't see
It's up to us to be the change
And even though this world needs so much more
There's so much to be thankful for
what a great song to remind us that we have to thankful for anything that may happen in our life.
like wise men said,
life is like a road, sometimes we're up high, but we can also drop down sometimes.
we must have some hard times in life,
times when we feel like we're alone,
feel like nobody wants to be with us, and nobody can understand us.
i myself have felt it many times.
but i know, we can never get through that hard situation if we spend our time on regreting.
we must get up and be brave, instead of run away from our problems.
but above all, the most important thing that matters is we have to keep ourselves thankful in every way.
thankful in every situation.
in all the times we have.
i am sure, anything that happens in our life is a gift.
even it might seems like a trouble, there must be something we can learn from it.
and lesson of thankful is a "lifetime learning".
it takes a lifetime to be perfectly thankful.
and in the end, as a human we all still can choose,
whether we want to try to give thanks in all kind of situation, or regreting our life and blaming Him for our problems??
*just wanna speak my mind
-y-
the most lovable guy in Jane Austen's world..?
Mr. Darcy in my mind -LOL-
sebagai salah satu penggemar Jane Austen yang masih ijo (well, baru sekitar dua tahun belakangan ini aku mulai tergila-gila sama karya-karyanya Jane Austen), aku belum tuntas membaca dan menonton semua buku dan film-filmnya.
paling-paling baru beberapa, kayak "Emma", "Sense and Sensibility", sama "Pride and Prejudice".
beberapa hari yang lalu sih udah ngedownload film "Northanger Abbey" sama "Mansfield Park", cuma belum sempat ditonton.
commonly, hampir semua karakter utama pria di novel-novel Jane Austen itu punya "ability to make us girls fallin' in love with them".
rata-rata tokoh utama prianya itu pasti perfectly kind and generous--oh yeah, they are all so wealthy indeed--even sometimes they cover it with their pride.
(damn, Jane really knows what a girl really wants from a guy, huh??)
ok, back to topic.
dari semua karakter pria di dunianya Jane Austen, aku pribadi paling suka sama karakternnya Mr. Fitzwilliam Darcy di "Pride and Prejudice".
how come?
yang pertama, tentu aja karena itu novel Jane Austen yang paling terkenal sekaligus yang pertama kali aku baca dan aku tonton. LOL
yang kedua, obviously because of his pride.
yah, kita pasti memahami sikap sinis Elizabeth setiap mendengar nama Mr. Darcy karena pembawaan Mr. Darcy yang cenderung dingin, kaku, dan (kelihatan) arogan dan angkuh.
but inside?
damn, he's the sweetest guy character i've ever seen in my whole life!
siapa sangka kalau ternyata dia sebegitu "falling for Elizabeth"?
dia bahkan nggak marah sama si mr. Wickham yang udah menjelekjelekkan dia--atau berusaha untuk nggak marah, lebih tepatnya--dan sama sekali nggak berusaha membetulkan salah sangka Lizzy karena Mr. Darcy mengira Lizzy is falling for Wickham.
dan yang paling hebatnya, dia bersedia membiayai semua pengeluaran waktu Lydia menikah dengan--entah apa bagusnya--mr. Wickham.
he sure has a charm, indeed!
dan alasan terakhir kenapa aku memilih Mr. Darcy yaitu... karena pemeran Mr. Darcy yang pertama kali aku tonton bener-bener gorgeously awesome: Mr. Matthew McFadyen!
well, sebenarnya semua pemeran tokoh pria dalam film-film adaptasi novelnya Jane Austen sih cakep-cakep... sebut saja Hugh Grant dan Alan Rickman di film Sense and Sensibility (serius loh, kalo nonton Alan Rickman di film ini, kita bakalan lupa kalo sebenarnya dia itu pemeran Severus Snape di film Harry Potter... LOL), Jeremy Northam di film Emma, Rupert Penry-Jones di film Persuasion, JJ Feild di film Northanger Abbey, dan Jonny Lee Miller di film Mansfield Park. but obviously i would choose Mr Darcy (played my Matthew McFadyen instead of the others, of course) above all... YOU ARE ABSOLUTELY ADORABLE, MR. DARCY!!
lol
xoxo
-y-

sebagai salah satu penggemar Jane Austen yang masih ijo (well, baru sekitar dua tahun belakangan ini aku mulai tergila-gila sama karya-karyanya Jane Austen), aku belum tuntas membaca dan menonton semua buku dan film-filmnya.
paling-paling baru beberapa, kayak "Emma", "Sense and Sensibility", sama "Pride and Prejudice".
beberapa hari yang lalu sih udah ngedownload film "Northanger Abbey" sama "Mansfield Park", cuma belum sempat ditonton.
commonly, hampir semua karakter utama pria di novel-novel Jane Austen itu punya "ability to make us girls fallin' in love with them".
rata-rata tokoh utama prianya itu pasti perfectly kind and generous--oh yeah, they are all so wealthy indeed--even sometimes they cover it with their pride.
(damn, Jane really knows what a girl really wants from a guy, huh??)
ok, back to topic.
dari semua karakter pria di dunianya Jane Austen, aku pribadi paling suka sama karakternnya Mr. Fitzwilliam Darcy di "Pride and Prejudice".
how come?
yang pertama, tentu aja karena itu novel Jane Austen yang paling terkenal sekaligus yang pertama kali aku baca dan aku tonton. LOL
yang kedua, obviously because of his pride.
yah, kita pasti memahami sikap sinis Elizabeth setiap mendengar nama Mr. Darcy karena pembawaan Mr. Darcy yang cenderung dingin, kaku, dan (kelihatan) arogan dan angkuh.
but inside?
damn, he's the sweetest guy character i've ever seen in my whole life!
siapa sangka kalau ternyata dia sebegitu "falling for Elizabeth"?
dia bahkan nggak marah sama si mr. Wickham yang udah menjelekjelekkan dia--atau berusaha untuk nggak marah, lebih tepatnya--dan sama sekali nggak berusaha membetulkan salah sangka Lizzy karena Mr. Darcy mengira Lizzy is falling for Wickham.
dan yang paling hebatnya, dia bersedia membiayai semua pengeluaran waktu Lydia menikah dengan--entah apa bagusnya--mr. Wickham.
he sure has a charm, indeed!
dan alasan terakhir kenapa aku memilih Mr. Darcy yaitu... karena pemeran Mr. Darcy yang pertama kali aku tonton bener-bener gorgeously awesome: Mr. Matthew McFadyen!
well, sebenarnya semua pemeran tokoh pria dalam film-film adaptasi novelnya Jane Austen sih cakep-cakep... sebut saja Hugh Grant dan Alan Rickman di film Sense and Sensibility (serius loh, kalo nonton Alan Rickman di film ini, kita bakalan lupa kalo sebenarnya dia itu pemeran Severus Snape di film Harry Potter... LOL), Jeremy Northam di film Emma, Rupert Penry-Jones di film Persuasion, JJ Feild di film Northanger Abbey, dan Jonny Lee Miller di film Mansfield Park. but obviously i would choose Mr Darcy (played my Matthew McFadyen instead of the others, of course) above all... YOU ARE ABSOLUTELY ADORABLE, MR. DARCY!!
lol
xoxo
-y-
my Gorgeous Tibo =)

Basic Information
Sex: Male
Birthday: March 21, 1982
Relationship Status: Single
Political Views: Power Corrupts. Most definately in Indonesia.
Religious Views: God's the Man!
Pets: Foggie the Doggy
Personal Information
Activities: Going around with a crew of goodfellas, finding good food
Interests: around 2, 7% per annum
Favorite Music: Musik Batu
Favorite TV Shows: Comedy, i guess..
Favorite Movies: Stupid movies, movies you still get, even if you left your brain back home
Favorite Books: High-End literature.
yeah rite..
Stupid Comics.
Favorite Quotations: "D'oh!"
Education and Work
High School: * SMUN 70 '00
Employer: Muerto Televisione
Position: Wartawan Gadungan
Description: Mengerjakan pekerjaan2 yang seharusnya dilakukan para wartawan kawakan, dengan cara2 yang gadung
my no. 1 wish list...
my no. 1 wish list this christmas

Cause I just want him here tonight
Holding on to me so tight
What more can I do
Santa, all I want for Christmas is him
nyehehehehe...

Cause I just want him here tonight
Holding on to me so tight
What more can I do
Santa, all I want for Christmas is him
nyehehehehe...
Monday, December 14, 2009
untitled
enggak begitu mengerti juga sih, apa tepatnya yang lagi aku rasain sekarang.
kalo dibilang lagi ngerasa sendirian, bener juga.
ngerasa melow2 ga jelas, itu juga gak salah.
sok-sok puitis n sedang dalam puncak sensitivitas?
itu apalagi!
intinya, lebih tepat kalo dibilang apa yang aku rasain sekarang ini campur aduk.
awalnya cuma ngerasa kesal dan sakit hati,
ketika di facebook semua komentar-komentarku yang sifatnya mengkritik--mungkin terlalu pedas sih--sebuah organisasi yang PERNAH aku geluti dan PERNAH menjadi bagian yang sangat2 melekat dalam hidupku, semuanya dihapus.
yang namanya manusia, wajar kalau merasa sakit hati.
dan itulah tepatnya yang aku rasain.
seakan-akan semua yang aku bilang itu nggak penting, hanya karena aku nggak aktif lagi di sana.
seolah-olah itu bukan lagi tempatku.
mungkin sih sebenarnya bukan bermaksud buruk, tapi kalau boleh jujur, kesan yang aku tangkap adalah sepertinya hak untuk berbicara dan memberikan komentar--hanya komentar!--sudah tidak ada lagi.
seperti ingin mengatakan, "ini bukan tempatmu lagi, jadi berhentilah berkomentar ini itu."
mungkin rasanya picik sekali sih, kenapa perasaan seperti itu masih tetap ada setelah tujuh tahun kebersamaan.
tujuh tahun itu bukan waktu yang singkat!
tapi, balik lagi ke atas, namanya juga manusia, jek!
ah, tapi intinya, saat ini setelah aku punya waktu 24 jam untuk berpikir lagi,
aku justru berterima kasih pada pihak yang melakukan itu.
aku seolah tersadar, kalo mungkin selama ini aku sudah terlalu sering mencampuri hal-hal yang tidak ada kaitannya denganku.
terlalu sering memberi komentar-komentar tidak penting terhadap hal-hal yang sama sekali tidak memerlukan tanggapanku.
jadi aku bisa introspeksi diri, dan itulah tepatnya yang sedang aku lakukan.
berusaha untuk tidak bersikap terlalu ingin tahu dan ikut campur dalam semua hal, seakan-akan semuanya membutuhkan komentarku.
untuk pihak-pihak yang pernah aku sakiti lewat komentar dan tindakan-tindakanku, aku minta maaf.
aku hanya bermaksud untuk membantu, tapi siapa yang tahu kalau mungkin hal yang aku lakukan justru membuat banyak orang merasa tersakiti.
dan terima kasih, karena sudah mengingatkanku untuk mengintrospeksi diri.
blessed be...
kalo dibilang lagi ngerasa sendirian, bener juga.
ngerasa melow2 ga jelas, itu juga gak salah.
sok-sok puitis n sedang dalam puncak sensitivitas?
itu apalagi!
intinya, lebih tepat kalo dibilang apa yang aku rasain sekarang ini campur aduk.
awalnya cuma ngerasa kesal dan sakit hati,
ketika di facebook semua komentar-komentarku yang sifatnya mengkritik--mungkin terlalu pedas sih--sebuah organisasi yang PERNAH aku geluti dan PERNAH menjadi bagian yang sangat2 melekat dalam hidupku, semuanya dihapus.
yang namanya manusia, wajar kalau merasa sakit hati.
dan itulah tepatnya yang aku rasain.
seakan-akan semua yang aku bilang itu nggak penting, hanya karena aku nggak aktif lagi di sana.
seolah-olah itu bukan lagi tempatku.
mungkin sih sebenarnya bukan bermaksud buruk, tapi kalau boleh jujur, kesan yang aku tangkap adalah sepertinya hak untuk berbicara dan memberikan komentar--hanya komentar!--sudah tidak ada lagi.
seperti ingin mengatakan, "ini bukan tempatmu lagi, jadi berhentilah berkomentar ini itu."
mungkin rasanya picik sekali sih, kenapa perasaan seperti itu masih tetap ada setelah tujuh tahun kebersamaan.
tujuh tahun itu bukan waktu yang singkat!
tapi, balik lagi ke atas, namanya juga manusia, jek!
ah, tapi intinya, saat ini setelah aku punya waktu 24 jam untuk berpikir lagi,
aku justru berterima kasih pada pihak yang melakukan itu.
aku seolah tersadar, kalo mungkin selama ini aku sudah terlalu sering mencampuri hal-hal yang tidak ada kaitannya denganku.
terlalu sering memberi komentar-komentar tidak penting terhadap hal-hal yang sama sekali tidak memerlukan tanggapanku.
jadi aku bisa introspeksi diri, dan itulah tepatnya yang sedang aku lakukan.
berusaha untuk tidak bersikap terlalu ingin tahu dan ikut campur dalam semua hal, seakan-akan semuanya membutuhkan komentarku.
untuk pihak-pihak yang pernah aku sakiti lewat komentar dan tindakan-tindakanku, aku minta maaf.
aku hanya bermaksud untuk membantu, tapi siapa yang tahu kalau mungkin hal yang aku lakukan justru membuat banyak orang merasa tersakiti.
dan terima kasih, karena sudah mengingatkanku untuk mengintrospeksi diri.
blessed be...
Subscribe to:
Comments (Atom)









