Tuesday, December 22, 2009

my long-lost treasure, elyoenai

aku nulis ini segera setelah nonton film Sister Act II di RCTI.
entah kenapa, begitu melihat mereka nyanyiin lagu 'Joyful Joyful' itu, aku langsung gatal pengen online dan ngepost ini.
nafasku tercekat, sekujur tubuhku merinding melihat salah satu scene andalan film ini.
scene ketika mereka begitu senang akan menghadapi festival pertamanya.
ketika mereka pertama kali merasakan bagaimana gugupnya di belakang panggung itu.
dan ketika mereka pertama kali mendapat gelar juara.
gelar juara yang mereka raih dengan perjuangan yang teramat sangat keras, dengan begitu banyak masalah yang mewarnai perjalanan mereka.
tapi masalah itu tidak lagi menjadi beban mereka, begitu kerja keras mereka terbayar lewat pengumuman pemenang itu.
satu hal yang kembali muncul di ingatanku, yang seakan-akan di-refresh lagi setelah terlupakan sekian lama,
adalah moment itu sama persis dengan apa yang pernah aku alami bersama Elyoenai.
(yah, sedikit hal yang membedakan adalah kami nggak mendapat juara satu di festival pertama, karena pertama kali mengikuti festival kami justru nggak dapet gelar apa2, hehehe...)

tapi satu hal yang ingin aku tulis adalah, begitulah persisnya apa yang aku alami dengan Elyoenai dulu.
begitu berat perjuangan untuk menjadi sebuah tim paduan suara yang solid,
untuk menjadi sebuah keluarga, yang walaupun tidak selalu rukun, namun tetap saling menerima dan mendukung.
yang walaupun seringkali menemui masalah, tapi selalu dapat menemukan jalan untuk menyelesaikan masalah itu.
dan satu hal yang pasti, keluarga yang selalu saling mendukung orang-orang yang ada di dalamnya.
perjalanan itu sama sekali tidak mulus pada awalnya.
sama sekali nggak gampang.
dan aku nggak mau ngomong munafik, karena pada saat itu nggak semuanya mendaftar karena alasan mulia seperti ingin melayani Tuhan atau apalah.
kebanyakan--yah, atau entah cuma aku, aku nggak tahu--seingatku mendaftar karena iseng. ada juga yang mendaftar karena bingung ingin ikut kegiatan seperti apa. dan yang lain mendaftar karena ingin mengetahui seperti apa sih, festival itu?
tapi mungkin, justru seperti itulah cara Tuhan bekerja (well, aku sama sekali nggak tahu. :) mungkin Dia mau membiarkan kerinduan itu tumbuh seiring waktu. (yaoloh, bahasa gueee!)
tapi seenggaknya, memang itulah yang terjadi di Elyoenai waktu itu.

awalnya, memang semua terasa memuakkan. membosankan. dan sama sekali tidak mengenakkan.
misalnya pelatih yang selalu marah-marah yang terkadang jadi begitu memuakkan, walaupun pada akhirnya pelatih yang memuakkan itu menjadi salah satu sahabat terbaikku sampai sekarang. (yeah, i mean YOU, nyet! ;)

kami menemui BANYAK rintangan, (dan ketika aku bilang banyak, maksudku benar-benar BANYAK!!!), kurangnya dukungan dari berbagai pihak, orangtua yang terkadang sulit untuk mengerti, belum lagi kalau harus berhadapan dengan tugas-tugas sekolah yang menumpuk di saat tubuh terlalu letih untuk berkegiatan sehabis latihan.
dan seolah itu belum cukup, sebagai sebuah tim yang masih baru, di mana orang-orangnya belum mengenal cukup dalam satu sama lain, tidak jarang ada perbedaan pendapat antara kami.
(oh ya, aku masih ingat betul waktu itu, waktu kita bertengkar hebat sampai nangis-nangisan sehari sebelum festival Maranatha, cuy!)
tapi pada akhirnya, seperti yang sudah aku katakan, dan seperti keluarga pada umumnya, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.
dan hasilnya, walaupun kami tidak memenangkan festival itu (karena kelebihan anggota 6 orang, ahhahaha), tapi kami yakin kami sudah memenangkan hati orang-orang yang melihat kami.
dari mana aku tahu? karena, mereka bilang nyanyian kami seolah membawa mereka dekat dengan surga!
(dan yaa, kalimat itu benar-benar melegenda sampai sekarang! hahaha)
dan seolah mungkin Tuhan merasa perjuangan kami sudah cukup baik, Dia pun memberikan bonus luar biasa, yaitu peringkat pertama di Festival UMA I.

(ya ampun, sampai sekarang aku masih ingat, gimana gilanya kita dulu, waktu semuanya pada nyerbu naik ke panggung waktu diminta buat nyanyi lagi. arbab kita baling gak sih cuy, waktu itu? udah gitu, kita masih aja ngumpul di situ buat ngucap syukur, padahal orang-orang semuanya udah pada pulang! dan aku juga masih ingat gimana kagetnya Firman waktu jadi conductor terbaik! you deserved it, Brod! ;)

dan Tuhan juga begitu baik, dengan memberikan kita banyak sekali bonus sesudahnya.
satu hal penting yang aku dapat di Elyoenai, adalah bahwa paduan suara ini nggak cuma memberi pengaruh sama anggotanya, tapi juga orang-orang yang mengenalnya.
masih pada inget dengan bang David dan kak Endang?? =)

mungkin tulisan ini sangat-sangat klise di jaman sekarang ini,
di saat semua orang terkadang menjadi terlalu lelah dengan semua hal-hal dramatis seperti yang aku tuliskan ini.
tapi setidaknya, aku cuma ingin berbagi. bahwa terkadang, hal-hal dramatis itu memang diperlukan untuk menjadikan hidup lebih baik.
yah, setidaknya, itu pernah terjadi padaku. lewat Elyoenai.
dan kalau-kalau ada anak-anak Elyoenai seangkatanku yang membaca ini,
aku cuma mau bilang kalau kalian benar-benar keluargaku, cuy!!!
aku SAYANG KALI sama kalian semua.
hehe..
suatu saat kita harus reunian!
yah, nggak sekarang sih, ntar-ntar aja, waktu kita udah pada sukses...
trus ntar kita nyanyiin lagu Alma Redemptoris dan Via Dolorosa, hayoooo, masih pada inget gak??? hahahaha!

dan untuk anak-anak Elyoenai angkatan sekarang, yang sudah berbaik hati membaca post ini,
aku nggak meminta kalian menjadi sama sepertiku.
aku nggak meminta kalian menjadikan Elyoenai dan keadaan di dalamnya sama seperti apa yang aku alami.
tapi satu hal yang pasti, apa yang pernah aku dapat di Elyoenai itu harta. harta yang sangat penting. dan aku harap kalian menemukan harta kalian sendiri di Elyoenai.
dan ketika kalian menemukan harta kalian sendiri, percaya deh, sampai kapanpun kalian pasti akan merasa beruntung karena udah pernah menjadi salah seorang anggota dari keluarga hebat ini.
dan satu hal yang aku minta, aku cuma nggak ingin hanya beberapa angkatan saja yang menemukan harta itu.
aku ingin SEMUANYA. karena Elyoenai nggak berbicara tentang sebagian orang, tapi tentang SEMUA orang yang pernah terlibat di dalamnya.

No comments:

Post a Comment