Monday, January 18, 2010

momma i miss you... =(





postingan ini aku tujukan untuk makhluk Tuhan paling hebat, ajaib, dan penuh kasih di seluruh dunia yang disebut "Ibu"
awalnya aku cuma mau googling foto ibu dan bayinya. tapi ujung-ujungnya, air mataku malah gak mau berhenti ngelihat foto-foto itu.
i cannot deny that i miss my mother too much.
(kemarin menangis semalaman saking kangennya, hikhik...)
aku tidak suka berbicara dengannya di telepon, karena setiap kali percakapan itu selesai, mood melodramatis sialan ini pasti akan kembali menyerangku.
yah, aku mungkin bisa menipunya dengan selalu terdengar riang di telepon,
tapi tetap saja aku tidak bisa membodohi diri sendiri bahwa aku terlalu merindukan dia.
aku merindukan masa-masa di mana aku masih sering beradu pendapat dengannya.
masa di mana aku berharap aku jauh dari rumah, sehingga tidak ada lagi yang menentukan
langkah-langkahku. harus ini, harus itu, mesti begini, harus begitu...
masa di mana aku selalu membuatnya marah karena kedegilanku.
masa ketika dia tak sanggup berkata-kata melihat betapa keras kepalanya aku.
(kan, nih udah mulai nangis lagi...)

tapi biarpun aku selalu membuatnya marah, tapi tak satupun perbuatanku itu disimpannya secara permanen dalam memorinya.
tidak ada kata recycle bin dalam memori seorang ibu, yang sewaktu-waktu bisa saja me-restore kembali kesalahan-kesalahan anaknya.
tidak.
memori seorang ibu, aku percaya, selalu bersifat permanently-deleted jika menyangkut seorang anak.
*maaf, saya jadi melantur...
tapi apa yang paling kurindukan darinya adalah saat-saat ketika dia bersandar di pundakku waktu dia merasa lelah.
saat dia meletakkan kepalanya ke bahuku, dan aku akan merasakan kebanggaan yang meluap-luap karena aku dapat setidaknya membalas satu dari sekian banyak kebaikannya, lewat punggung yang kupinjamkan padanya.
ya, seorang ibu tidak pernah meminta apapun dari anaknya. sebuah punggung untuk bersandar, sudah lebih dari cukup untuknya.
*entah sudah tetes air mata ke berapa yang jatuh sampai di baris ini*
aku merindukan saat ketika dia letih, dan aku akan membelainya dan memberikan semangat untuknya.
aku ingat, bagaimana waktu itu dia menangis ketika aku akan meninggalkannya.
saat itu adalah titik puncak di mana aku menyadari, tidak peduli bagaimanapun dia, apapun kesalahannya, dia tetap satu-satunya wanita yang ingin kubuat tersenyum di seluruh dunia ini.
seluruh dunia boleh memandangku rendah, aku tidak peduli.
kalau dia mengatakan padaku dia bangga padaku, itu sudah cukup bagiku.
bahkan lebih dari cukup.
dan sampai saat ini, aku belum berhasil melakukannya.
seluruh dunia boleh memujiku. semua orang boleh mengelu-elukanku.
tapi tanpa satu kalimat itu terlontar darinya, hidupku belum ada artinya sama sekali.
dan aku sadar, untuk tujuan itulah aku berada di sini, di tempat ini, sekarang ini.
mama, aku pasti akan membuatmu menatapku dengan penuh haru.
suatu saat, kau akan bisa dengan bangga mengatakan pada orang lain, "Ya, dia adalah anakku. aku sangat bangga padanya."
dan hanya karena alasan itulah, sampai sekarang aku masih bisa bertahan.
i miss you mom...
*aku bisa jamin besok aku akan flu dan hidungku pasti tersumbat*
untuk semua, maaf kalau postingan malam ini terlalu membosankan.


3 comments:

  1. Aku teringat ibuku sendiri. Dia memang benar-benar makhluk ajaib yang diperuntukkan buat anak-anaknya.

    ReplyDelete
  2. Tulisan yang sangat luar biasa. Menggugah kita semua.

    ReplyDelete
  3. wah, saya merasa tersanjung, mas!
    tapi itupun terima kasih pada "Mama",
    pujian itu selayaknya ditujukan untuknya dan semua ibu di muka bumi,
    karena mereka lah tulisan seperti ini bisa mengalir dari tangan saya.
    =)

    ReplyDelete